Langsung ke konten utama

Janganlah Kita Menjadi Orang Yang Merugi

"Bunyi petasan n kembang api mulai terdengar d seantero kota...
Terlalu mudah untuk menghambur2kn uang sprt i2...
Tdk kah kita sadari,,,
jika uang yg d hambur2kn untk membeli sebuah petasan i2 akn lebih berarti n manfaat jika d berikn untk yg m'butuhkn???"


Sepenggal cuplikan statusku di akun "Facebook" ku.Entah apa yang membuat ku ingin menulis seperti itu?? Tapi yang jelas, aku terlalu sulit untuk menerima sesuatu yang ku anggap terlalu mubadzir untu kehidupan semantara di dunia ini. Tidak bisakah kita lebih menyadari apa makna Tahun baru itu? 
Terlalu berlebihan jika malam pergantian tahun di isikan dengan hal hal yang sangat merugikan kita.. Upss.. *aku rasa sebagian dari kita. setidaknya masih banyak orang yang juga lebih mengutamakan melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat. semisal, Dzikir, Dakwah dan menghabiskan malam hanya untuk berbagi cerita dengan Sang Pencipta. Setidaknya aku merasa hidupku masih sangat beruntung karena masih di berikan umur yang panjang karena masih bisa di pertemukan dengan Ramadhan tahun ini, Idul Adha tahun ini, tahun baru Islam tahu ini dan tahun baru masihi tahun ini. *Subhanallah, Sungguh baiknya Tuhan pada ku. Karewna di balik limpahan Rahmat dan Karunia_Nya yang begitu banyak pada ku, masih ada juga sebagian orang yang tidak dapat menghirup lagi udara pagi di bumi ALLAH ini... setidaknya seperti itu yang aku pikirkan....
Lantas bagaiman dengan mereka yang menghamburkan hartanya untuk menghabiskan malam tahun baru dengan berfoya foya dan tidak sedikit yang "maaf" bermaksiat...?? Aku memeng tidak memiliki andil dan hak untuk menilai seseorang bahkan mereka, setidaknya aku telah sedikit mengingatkan orang orang di sekeliling ku untuk bagaimana memaknai malam pergantian tahun dan bagai mna pula menyoikapi tahu baru besok. Sungguh jangan sekali kali kita menjadui manusia yang merugi...
 Allah Ta’ala berfirman yg artinya “Katakanlah ‘Maukah kamu Kami beritahukan tentang orang-orang yg paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yg telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adl orang-orang yg kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan perjumpaan dgn Dia maka terhapuslah amalan-amalan mereka dan Kami tidak mengadakan penimbangan amal bagi mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu adl neraka Jahannam disebabkan kekafiran mereka dan krn mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olokan."(al-Kahfi: 103—104)

ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM....

semoga kita tidak menjadi golongan orang orang yang merugi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rasaku

   "Mencintaimu Dalam Diam" Mungkin engkau tak pernah merasakan Rasa yang selalu menghantui hatiku Mencintaimu dalam diam, sangatlah tersiksa Namun apalah dayaku untuk mengungkapkan rasa Rasa yang ada di hati ini telah tumbuh berbunga, indah di dalam hatiku Ingin rasanya mengungkapkan kepadamu Tapi ku tak mampu untuk mengungkapkan padamu Andai engkau tahu, betapa diri ini sangat ingin menyapamu Kucoba diam dalam seribu kata, tak berbahasa Berandai engkau menyapa diriku dalam sepi Tapi pikiranku salah! Ternyata tak ada satu kata pun yang terlontar darimu Aku menanti sapaanmu walau hanya sebuah salam Bagiku sudah cukup membuatku tersenyum Entah harus apa yang aku lakukan Hati ini berdegup merdu bila ku berbicara denganmu Seakan hati ini tahu bahwa engkaulah pujangga hatiku Aku coba untuk menyadarkan diri Bahwa engkau tercipta bukan untukku Tapi hati ini enggan untuk berpaling Tetap kukuh pada pendirian Mungkinkah cinta ini akan selamanya diam? Mungkinkah rasa ini akan tersimpan...

Tentang Rasaku

 DIA    ADALAH... Dia gadis, yang menyembunyikan masalah di balik cerianya Dia gadis, yang menyimpan tangis di balik bahagianya Dia gadis, yang selalu tampak baik2 saja, tapi sebenernya tidak baik2 saja Dia gadis, yang selalu mendengarkan cerita, tapi  jarang berbagi tentang ceritanya. Dia gadis, yang tertutup, tapi menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang.. Dia gadis, yang tetap berdiri tegar, tapi sebenarnya rapuh. Dia gadis, yang tampak kuat, tapi lemah ketika sendiri. Dia gadis, yang selalu menangis, sebagai  ungkapan perasaannya. Dia menangis, ketika dia ingin menangis,  Dia memangis, ketika berkeluh kesah pada Rabb nya.

Lima Golongan Orang Merugi

Allah SWT menegaskan di dalam Al Quran tentang golongan orang yang merugi karena semua amal mereka di dunia menjadi sia-sia. Semua amal mereka tidak mampu memberatkan timbangan kebaikan mereka di akhirat, Mereka mendapatkan azab dan siksa yang amat pedih dari Allah SWT Semua itu karena sikap mereka yang lebih mengikuti potensi buruk daripada potensi baik yang ada dalam diri mereka. Mereka tidak melaksanakan perintah Allah SWT dan mengerjakan larangan-Nya. Berikut ini lima golongan orang yang merugi. Pertama, orang-orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan ciptaan-Nya. Mereka percaya kepada kekuatan selain Allah SWT yang mampu memberikan manfaat dan rpelindungi mereka dari kejahatan. Bahkan, mereka bersekutu dengan kekuatan itu dalam mencapai setiap keinginan. Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang y...