Langsung ke konten utama

Tentang Rasaku

 






 "Mencintaimu Dalam Diam"


Mungkin engkau tak pernah merasakan
Rasa yang selalu menghantui hatiku
Mencintaimu dalam diam, sangatlah tersiksa

Namun apalah dayaku untuk mengungkapkan rasa
Rasa yang ada di hati ini telah tumbuh berbunga, indah di dalam hatiku

Ingin rasanya mengungkapkan kepadamu
Tapi ku tak mampu untuk mengungkapkan padamu
Andai engkau tahu, betapa diri ini sangat ingin menyapamu
Kucoba diam dalam seribu kata, tak berbahasa
Berandai engkau menyapa diriku dalam sepi
Tapi pikiranku salah!
Ternyata tak ada satu kata pun yang terlontar darimu

Aku menanti sapaanmu walau hanya sebuah salam
Bagiku sudah cukup membuatku tersenyum
Entah harus apa yang aku lakukan
Hati ini berdegup merdu bila ku berbicara denganmu
Seakan hati ini tahu bahwa engkaulah pujangga hatiku

Aku coba untuk menyadarkan diri
Bahwa engkau tercipta bukan untukku
Tapi hati ini enggan untuk berpaling
Tetap kukuh pada pendirian
Mungkinkah cinta ini akan selamanya diam?

Mungkinkah rasa ini akan tersimpan rapi dalam hatiku?
Atau akan buyar dengan seiring waktu yang berjalan!


Itu adalah seuntai puisi yang tertulis rapi dalam catatan-ku, 
walau mencintainya sangatlah sakit. 
Tapi aku bersyukur pada rasa dalam hatiku, bahwa aku mengerti mencintai seseorang dalam diam 
tanpa satu orang pun yang tahu terkecuali Allah SWT.

Teringat kata-kata ibuku, ketika aku bertanya sebuah cinta dalam diam. 
Dan ibu hanya berkata,
"Bila dia jodohmu, sejauh mana pun dia melangka pasti akan bertemu juga, 
dan sebaliknya sedekat apa pun engkau dengannya bila dia 
bukan jodohmu pasti akan berpisa juga akhirnya."

Aku percaya pada takdir-Mu, dan kini aku faham mencintai seseorang tidaklah harus memilikinya, 
tapi melihatnya bahagia itu sudah membuatku bahagia dan gembira. 
Dan sekarang aku lebih senang dan lega ketika aku berpikir positif, 
dan kuarahkan rasa cinta dan kasihku hanya pada Rabb ku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rasaku

 DIA    ADALAH... Dia gadis, yang menyembunyikan masalah di balik cerianya Dia gadis, yang menyimpan tangis di balik bahagianya Dia gadis, yang selalu tampak baik2 saja, tapi sebenernya tidak baik2 saja Dia gadis, yang selalu mendengarkan cerita, tapi  jarang berbagi tentang ceritanya. Dia gadis, yang tertutup, tapi menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang.. Dia gadis, yang tetap berdiri tegar, tapi sebenarnya rapuh. Dia gadis, yang tampak kuat, tapi lemah ketika sendiri. Dia gadis, yang selalu menangis, sebagai  ungkapan perasaannya. Dia menangis, ketika dia ingin menangis,  Dia memangis, ketika berkeluh kesah pada Rabb nya.

Lima Golongan Orang Merugi

Allah SWT menegaskan di dalam Al Quran tentang golongan orang yang merugi karena semua amal mereka di dunia menjadi sia-sia. Semua amal mereka tidak mampu memberatkan timbangan kebaikan mereka di akhirat, Mereka mendapatkan azab dan siksa yang amat pedih dari Allah SWT Semua itu karena sikap mereka yang lebih mengikuti potensi buruk daripada potensi baik yang ada dalam diri mereka. Mereka tidak melaksanakan perintah Allah SWT dan mengerjakan larangan-Nya. Berikut ini lima golongan orang yang merugi. Pertama, orang-orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan ciptaan-Nya. Mereka percaya kepada kekuatan selain Allah SWT yang mampu memberikan manfaat dan rpelindungi mereka dari kejahatan. Bahkan, mereka bersekutu dengan kekuatan itu dalam mencapai setiap keinginan. Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang y...