"Mencintaimu Dalam Diam"
Mungkin engkau tak pernah merasakan
Rasa yang selalu menghantui hatiku
Mencintaimu dalam diam, sangatlah tersiksa
Namun apalah dayaku untuk mengungkapkan rasa
Rasa yang ada di hati ini telah tumbuh berbunga, indah di dalam hatiku
Ingin rasanya mengungkapkan kepadamu
Tapi ku tak mampu untuk mengungkapkan padamu
Andai engkau tahu, betapa diri ini sangat ingin menyapamu
Kucoba diam dalam seribu kata, tak berbahasa
Berandai engkau menyapa diriku dalam sepi
Tapi pikiranku salah!
Ternyata tak ada satu kata pun yang terlontar darimu
Aku menanti sapaanmu walau hanya sebuah salam
Bagiku sudah cukup membuatku tersenyum
Entah harus apa yang aku lakukan
Hati ini berdegup merdu bila ku berbicara denganmu
Seakan hati ini tahu bahwa engkaulah pujangga hatiku
Aku coba untuk menyadarkan diri
Bahwa engkau tercipta bukan untukku
Tapi hati ini enggan untuk berpaling
Tetap kukuh pada pendirian
Mungkinkah cinta ini akan selamanya diam?
Mungkinkah rasa ini akan tersimpan rapi dalam hatiku?
Atau akan buyar dengan seiring waktu yang berjalan!
Itu adalah seuntai puisi yang tertulis rapi dalam catatan-ku,
walau mencintainya sangatlah sakit.
Tapi aku bersyukur pada rasa dalam hatiku, bahwa aku mengerti mencintai seseorang dalam diam
tanpa satu orang pun yang tahu terkecuali Allah SWT.
Teringat kata-kata ibuku, ketika aku bertanya sebuah cinta dalam diam.
Dan ibu hanya berkata,
"Bila dia jodohmu, sejauh mana pun dia melangka pasti akan bertemu juga,
dan sebaliknya sedekat apa pun engkau dengannya bila dia
bukan jodohmu pasti akan berpisa juga akhirnya."
Aku percaya pada takdir-Mu, dan kini aku faham mencintai seseorang tidaklah harus memilikinya,
tapi melihatnya bahagia itu sudah membuatku bahagia dan gembira.
Dan sekarang aku lebih senang dan lega ketika aku berpikir positif,
dan kuarahkan rasa cinta dan kasihku hanya pada Rabb ku.

Komentar
Posting Komentar