Langsung ke konten utama

Assalamu'alaikum... Calon imam ku...

 

Untuk Ikhwan yang kelak hatinya menjadi tempat ternyaman ku....


Sebelum kita bertemu, ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan.

Ketika kelak kita bersatu pada ikatan yang halal, maukah kamu mengerti dan menerima segala sifat dan sikap baik dan burukku??

Ada beberapa hal yang mungkin tidak dapat di terima orang lain...

.

Afwan...

Mungkin parasku tidak secantik wanita sebelumku.

Aku juga bukan wanita yang pandai berdandan....

Untuk urusan memasak, aku lumayan baik untuk itu.

Tapi untuk cocok dengan selera mu, aku tidak bisa menjamin itu.

Setidaknya, ketika kita bertemu nanti, aku bisa membuat sarapan sebelum kamu bangun.

Kalau ada makan yang kamu suka, katakan saja.

Aku akan belajar agar bisa membuat makanan kesukaanmu.

Atau aku akan tanyakan pada ibu ku.

Kalau perlu aku akan minta di ajarkan oleh ibumu...


Untuk soal belanja kebutuhan, kamu bisa sedikit lega, karena aku tidak tertarik dengan pakaian dan tas mewah, apalagi makeup yang serba mahal.

Aku lebih suka yang sederhana dan awat untuk di pakai.

Jadi rasanya kamu tidak perlu khawatir tidak bisa menghujaniku dengan barang-barang bermerk. 

Belikan saja aku buku, aku lebih tertarik dengan itu.


Masalah kesetiaan, kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa percaya seutuhnya padaku.

Seluruh kode pass sosial media dan telephon genggamku pun akan aku beri jika kamu tanya....


Aku jamin tidak akan menyembunyikan apapun darimu.

Karena kesetiaan adalah hal yang juga aku harapkan dari dirimu...

Aku mudah menyesuaikan diri, aku tidak akan banyak menuntut meminta sesuatu. .

Aku tidak akan mempermasalahkan di mana nanti kita tinggal, kendaraan apa yang kita miliki.

Selama aku bersedia menerima tawaran untuk menghabiskan sisa umurku bersamamu kamu tidak perlu khawatir.

Wahai calon Imam ku...

aku mencintaimu karena ALLAH...

Maukah kamu menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diriku???


                                                                  (Re-post tulisan 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rasaku

   "Mencintaimu Dalam Diam" Mungkin engkau tak pernah merasakan Rasa yang selalu menghantui hatiku Mencintaimu dalam diam, sangatlah tersiksa Namun apalah dayaku untuk mengungkapkan rasa Rasa yang ada di hati ini telah tumbuh berbunga, indah di dalam hatiku Ingin rasanya mengungkapkan kepadamu Tapi ku tak mampu untuk mengungkapkan padamu Andai engkau tahu, betapa diri ini sangat ingin menyapamu Kucoba diam dalam seribu kata, tak berbahasa Berandai engkau menyapa diriku dalam sepi Tapi pikiranku salah! Ternyata tak ada satu kata pun yang terlontar darimu Aku menanti sapaanmu walau hanya sebuah salam Bagiku sudah cukup membuatku tersenyum Entah harus apa yang aku lakukan Hati ini berdegup merdu bila ku berbicara denganmu Seakan hati ini tahu bahwa engkaulah pujangga hatiku Aku coba untuk menyadarkan diri Bahwa engkau tercipta bukan untukku Tapi hati ini enggan untuk berpaling Tetap kukuh pada pendirian Mungkinkah cinta ini akan selamanya diam? Mungkinkah rasa ini akan tersimpan...

Tentang Rasaku

 DIA    ADALAH... Dia gadis, yang menyembunyikan masalah di balik cerianya Dia gadis, yang menyimpan tangis di balik bahagianya Dia gadis, yang selalu tampak baik2 saja, tapi sebenernya tidak baik2 saja Dia gadis, yang selalu mendengarkan cerita, tapi  jarang berbagi tentang ceritanya. Dia gadis, yang tertutup, tapi menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang.. Dia gadis, yang tetap berdiri tegar, tapi sebenarnya rapuh. Dia gadis, yang tampak kuat, tapi lemah ketika sendiri. Dia gadis, yang selalu menangis, sebagai  ungkapan perasaannya. Dia menangis, ketika dia ingin menangis,  Dia memangis, ketika berkeluh kesah pada Rabb nya.

Lima Golongan Orang Merugi

Allah SWT menegaskan di dalam Al Quran tentang golongan orang yang merugi karena semua amal mereka di dunia menjadi sia-sia. Semua amal mereka tidak mampu memberatkan timbangan kebaikan mereka di akhirat, Mereka mendapatkan azab dan siksa yang amat pedih dari Allah SWT Semua itu karena sikap mereka yang lebih mengikuti potensi buruk daripada potensi baik yang ada dalam diri mereka. Mereka tidak melaksanakan perintah Allah SWT dan mengerjakan larangan-Nya. Berikut ini lima golongan orang yang merugi. Pertama, orang-orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan ciptaan-Nya. Mereka percaya kepada kekuatan selain Allah SWT yang mampu memberikan manfaat dan rpelindungi mereka dari kejahatan. Bahkan, mereka bersekutu dengan kekuatan itu dalam mencapai setiap keinginan. Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang y...