Langsung ke konten utama

 Peliharalah sifat Malu

"Apabila seorang hilang malunya, secara bertahap perilakunya akan buruk. Kemudian menurun kepada yang lebih buruk, dan terus meluncur kebawah dari yang hina kepada yang lebih hina sampai ke derajat paling rendah. Apabila rasa malunya sudah di cabut, kamu tidak menjumpainya kecuali di benci. Apabila tidak menjumpainya kecuali dibenci, dicabutlah darinya sifat amanah. Apabila sifat amanah sudah dicabut darinya, maka tidak akan didapati dirinya kecuali sebagai penghianat dan dikhianati. Kalau sudah jadi penghianat dan di dihianati, di cabutlah darinya rahmat. Kalau rahmat sudah dicabut darinya, tidak akan kamu dapati kecuali terkutuk dan dikutuk. Apabila terkutuk yang di mengutuk sudah di cabut darinya, maka akhirnya di cabutlah ikatan keIslamannya."

(HR.  Ibnu Majah)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rasaku

   "Mencintaimu Dalam Diam" Mungkin engkau tak pernah merasakan Rasa yang selalu menghantui hatiku Mencintaimu dalam diam, sangatlah tersiksa Namun apalah dayaku untuk mengungkapkan rasa Rasa yang ada di hati ini telah tumbuh berbunga, indah di dalam hatiku Ingin rasanya mengungkapkan kepadamu Tapi ku tak mampu untuk mengungkapkan padamu Andai engkau tahu, betapa diri ini sangat ingin menyapamu Kucoba diam dalam seribu kata, tak berbahasa Berandai engkau menyapa diriku dalam sepi Tapi pikiranku salah! Ternyata tak ada satu kata pun yang terlontar darimu Aku menanti sapaanmu walau hanya sebuah salam Bagiku sudah cukup membuatku tersenyum Entah harus apa yang aku lakukan Hati ini berdegup merdu bila ku berbicara denganmu Seakan hati ini tahu bahwa engkaulah pujangga hatiku Aku coba untuk menyadarkan diri Bahwa engkau tercipta bukan untukku Tapi hati ini enggan untuk berpaling Tetap kukuh pada pendirian Mungkinkah cinta ini akan selamanya diam? Mungkinkah rasa ini akan tersimpan...

Tentang Rasaku

 DIA    ADALAH... Dia gadis, yang menyembunyikan masalah di balik cerianya Dia gadis, yang menyimpan tangis di balik bahagianya Dia gadis, yang selalu tampak baik2 saja, tapi sebenernya tidak baik2 saja Dia gadis, yang selalu mendengarkan cerita, tapi  jarang berbagi tentang ceritanya. Dia gadis, yang tertutup, tapi menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang.. Dia gadis, yang tetap berdiri tegar, tapi sebenarnya rapuh. Dia gadis, yang tampak kuat, tapi lemah ketika sendiri. Dia gadis, yang selalu menangis, sebagai  ungkapan perasaannya. Dia menangis, ketika dia ingin menangis,  Dia memangis, ketika berkeluh kesah pada Rabb nya.

Lima Golongan Orang Merugi

Allah SWT menegaskan di dalam Al Quran tentang golongan orang yang merugi karena semua amal mereka di dunia menjadi sia-sia. Semua amal mereka tidak mampu memberatkan timbangan kebaikan mereka di akhirat, Mereka mendapatkan azab dan siksa yang amat pedih dari Allah SWT Semua itu karena sikap mereka yang lebih mengikuti potensi buruk daripada potensi baik yang ada dalam diri mereka. Mereka tidak melaksanakan perintah Allah SWT dan mengerjakan larangan-Nya. Berikut ini lima golongan orang yang merugi. Pertama, orang-orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan ciptaan-Nya. Mereka percaya kepada kekuatan selain Allah SWT yang mampu memberikan manfaat dan rpelindungi mereka dari kejahatan. Bahkan, mereka bersekutu dengan kekuatan itu dalam mencapai setiap keinginan. Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang y...